Kehidupanmu di dunia adalah waktu sesaat engkau hidup. Apa yang sudah lewat, maka ia sudah terluput, apa yang kan datang, ia masih belum diketahui. Maka isilah kehidupanmu saat ini dengan berbagai bentuk syukur kepada Allah, inilah kunci kebahagiaan.
@khaled_alsabt - Asy Syaikh Khalid bin Utsman As Sabt, doktor dalam bidang ‘Ulumul Qur’an, dosen di Universitas Damam Jurusan Pendidikan Fakultas Studi Islam, Saudi Arabia
Di antara sebab yang bisa mendatangkan banyak kebaikan dan kebahagiaan hidup adalah keimanan dan ketakwaan.
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Al-A’raf: 96).
Perhatikan Allah ‘kan memberi “barakaat” (banyak keberkahan/bentuk jamak –pent) bukan sekedar “barakah” (bentuk tunggal –pent).
Cinta dan kebaikan akan membuahkan kasih sayang dan kebahagiaan, sedangkan kebencian dan kemarahan akan membuahkan kesengsaraan dan penyesalan.
@_salehalsultan - Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia
Sifat qana’ah (merasa cukup) adalah kebahagiaan, tak bisa dirasakan oleh orang-orang yang serakah. Allah berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”(an Nahl: 97).
Hasan al Bashri mengatakan bahwa kehidupan yang baik adalah sifat qana’ah.
@s_almajed - Syaikh Sulaiman Al Majid, anggota Majelis Syura Saudi Arabia, pengasuh berbagai majelis ilmu di Kota Riyadh, website beliau www.salmajed.com
Jadilah orang yang mudah dan cepat dalam bermuamalah dengan tetangga dan kawan-kawanmu, dan bersegeralah berbuat baik untuk mereka, dan maafkan kesalahan-kesalahan kecil mereka, niscaya engkau ‘kan menguasai hati mereka dan hatimu pun akan penuh dengan kebahagiaan dan keridhaan.
@aboomar1970 - Syaikh ‘Awwad Furaijan, Imam dan khatib di Kuwait, penceramah masalah pendidikan Islam