Twit Ulama

Selamat datang di TwitUlama! Kumpulan twit para ulama dan masyayikh Timur Tengah, yang diambil dari timeline di halaman Twitter mereka -hafizhahumullahu ta'ala- Insya Allah akan terus update nasihat, quote, dan petuah demi tersebarnya dakwah yang mulia ini. Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumber.
Posts tagged "hati"
Tanya: Apa hukum niat berpuasa di bulan Ramadhan yang dilafalkan lisan sekaligus juga ditempatkan di hati. Atau apakah cukup dengan di hati saja? Jazaakallahu khairan.
Jawab: Niat itu tempatnya di hati, maka hendaknya dia niatkan berpuasa di dalam hati.
@Ahmad_Alkous - Dr. Ahmad Al Kous, Khatib di Masjid Al ‘Ajeery, Cordoba. Konsultan Bidang Kerumahtanggaan di Kantor Urusan Agama Kuwait, kolumnis di Harian Al Wathan Kuwait.
Kenapa kita membaca surat al Kahfi setiap Jumat? Agar tergambar pada hatimu 4 kisah mengenai ujian yang banyak menimpa manusia saat ini (1) ujian karena agama (pada kisah pemuda ashabul kahfi –pent), (2) ujian karena harta (pada kisah pemilik kebun –pent), (3) ujian karena ilmu (pada kisah nabi Musa dan Khidr –pent), (4) ujian karena kedudukan (pada kisah Dzulqarnain –pent). Dan jalan keluar dari keempat ujian tersebut adalah: Keimanan pada hari kiamat.

@ibrahim_aldwish  - Dr Ibrahim ad Duwaisy, Dosen sunnah nabawiyyah di Universitas Qashim, Kepala Pusat Studi Kemasyarakatan.

Di antara hikmah Allah menjadikan nash-nash wahyu yang mutasyabih (masih samar –pent) adalah sebagai ujian bagi orang yang ada penyakit dalam hatinya “Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah.” (Ali Imran: 7).
Adapun sikap yang tepat menyikapi ayat-ayat yang mutsyabih adalah sikap orang-orang yang telah kokoh kelilmuannya yaitu: mengembalikan ayat yang mutasyabih (samar –pent) kepada yang muhkam (jelas –pent). Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” (Ali imran: 7)

@saad_alkhathlan - Prof. Dr. Sa’ad Al Khathlan, dosen di King Saud University (KSU) Riyadh, Saudi Arabia.

Kegembiraanmu karena kesuksesan orang lain adalah tanda bersihnya hatimu.
@ib1430 - Dr Ibrahim al Humaidhi Dosen Ilmu al Quran di Universitas Qoshim, anggota dewan pembina di Yayasan al Birr al Khairiyah
Berdzikir mengingat Allah ‘kan membersihkan hati dari kotoran kemunafikan. Allah berfirman tentang orang-orang munafik: “Mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit saja.” (an Nisaa: 142) dan Allah berfirman tentang orang-orang beriman, “Dan orang-orang yang beriman, mereka banyak-banyak mengingat Allah.” (al Ahzab: 41)

@abdulaziztarefe - Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi

Ibnu Taimiyyah dalam Kitab (Aqidah) Al-Washithiyyah berkata, “Di antara ushul (prinsip) Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah selamatnya hati dan lisan mereka dari (mencela) para sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

@Dr_Alsadhan - Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam

Musibah ‘kan turun, kalau tempat turunnya sesuai dia ‘kan tetap tinggal dan berkembang di sana, kalau tak sesuai maka dia ‘kan pergi atau melemah.
(Maka jangan jadikan hati kita tempat yang cocok untuk musibah –pent)
@M__alhamad - Dr. Muhammad Ibrahim Al Hamd, Dosen Aqidah dan Mazhab Kontemporer di Universitas Al Qashim, Saudi Arabia
Hati yang kaya lebih baik daripada kaya harta.

@_salehalsultan - Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia

Muthraf bin Abullah radhiallahu ‘anhu berkata, “Perbaikan hati adalah dengan perbaikan amal, perbaikan amal dengan perbaikan niat.”

@mhommad118 - Syaikh Muhammad al’Utaibi, Imam dan Pengajar di kementrian wakaf Kuwait, sedang menempuh S3 di Universitas Islam Madinah

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah berkata, “Sesungguhnya syariat ini adalah makanan bagi hati, maka ketika hati ini dipenuhi dengan bid’ah tidak lagi tersisa tempat untuk sunnah dan jadilah hati rusak seperti orang yang selalu diberi makan dengan makanan yang buruk.
[Iqtidha Shrathal Mustaqiim: 1/104]

@saltaweel - Syaikh Salim Al Thawil, salah seorang murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Siapa yang mencintai sesuatu dia ‘kan banyak menyebut-nyebutnya.
Ya Allah bantulah kami untuk senantiasa berdzikir menyebutMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah untukMu dan penuhilah hati kami dengan kecintaanMu.
@MohamadAlarefe - Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al ‘Arifi, dosen di King Saud University (KSU), Riyadh, anggota Rabithah (Ikatan) Ulama Syari’ah.
Hati yang sakit sedang diuji dengan syahwat takkan merasakan manisnya iman dan ibadah. Seperti orang sakit yang merasakan makanan manis menjadi pahit.
Ya Allah jagalah hati kami dari penyakit syahwat dan syubhat.

@DrAbdullahsulmi -  Dr. Abdullah As Sulmi, pengajar fiqh di Perguruan Tinggi Kehakiman, Riyadh, pakar dalam fiqh jual beli kontemporer, salah seorang murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah.