Twit Ulama

Selamat datang di TwitUlama! Kumpulan twit para ulama dan masyayikh Timur Tengah, yang diambil dari timeline di halaman Twitter mereka -hafizhahumullahu ta'ala- Insya Allah akan terus update nasihat, quote, dan petuah demi tersebarnya dakwah yang mulia ini. Silahkan mengcopy-paste, menyebarkan, dan membagi isi blog selama masih menjaga amanah ilmiah dengan menyertakan sumber.
Recent Tweets @twitulama
Posts tagged "Sunnah"

Tak cukup sekedar memperingatkan manusia dari bahaya bid’ah. Mereka juga harus diberikan petunjuk, arahan dan obatnya yaitu Sunnah.

Sekedar tameng saja tidak cukup, demikian pula obat saja tanpa tameng, itupun tidak cukup.

@dr_abusalah - Dr Muhammad Hisyaam Thaahiri, mendapatkan gelar Doktor dari Fakultas Akidah Universitas Islam Madinah, Imam dan Khotib di Kementrian Wakaf Kerajaan Arab Saudi
Tanya : Wahai Syaikh, bolehkah menggabung puasa 6 hari di bulan Syawal dengan membayar hutang puasa Ramadhan? Kami mencintaimu karena Allah, jazaakallahu khairan.
Jawab : Membayar hutang puasa Ramadhan berbeda dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, keduanya tidak boleh digabungkan.

 - Syaikh Utsman Al Khumais, ulama yang telah menulis berbagai kitab dalam membantah pemikiran Syi’ah Imamiyah, sempat berkunjung ke Indonesia pada Juni 2010, website beliau http://almanhaj.net

Shalat tarawih bukanlah Bid’ah, bahkan dia adalah sunnah. Nabi pernah memerintahkan dan mengerjakannya, “Sesungguhnya Allah mewajibkan kalian berpuasa Ramadhan dan aku menjadikan sunnah untuk shalat Ramadhan (Tarawih)”. Demikian juga sholat tarawih berjamaah bukanlah bid’ah, bahkan ia adalah sunnah. Rasulullah pernah shalat jamaah 2 kali bahkan 3 kali di awal Ramadhan juga pada 10 malam terakhir beliau beberapa kali shalat tarawih berjamaah dan beliau bersabda, “Apabila seseorang mengerjakan shalat ini bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala sholat semalam penuh”. Imam Ahmad berhujjah dengan hadits ini bahwa mengerjakan shalat tarawih berjamaah lebih afdhal dari mengerjakan shalat tersebut sendirian. (Ibnu Taymiyyah)

@_salehalsultan - Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia

Mendapatkan keridhoan Allah: bersiwak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Rabb.”
@musaiteer  - Syaikh Khalid al Musaithir, Imam dan Khotib di Masjid Walidah Khalid al Bulthan, Riyadh. Pengajar di bidang Teknik, Pimpinan Umum Rumah Tahfizh Quran Muslimah di Riyadh.
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah berkata, “Siapa yang mencari petunjuk Allah selain dari al Quran dan Sunnah maka yang didapatkan hanyalah semakin jauh dari Allah.”
[Majmu’ al Fatawa 5/120]

 @q8azm - Dr. Abdul Muhsin Al Muthiri, Doktor dalam bidang tafsir, Fakultas Syari’ah Universitas Kuwait

Para ulama berkata, “Bila engkau dipanggil dan ditanyai ‘Siapa dirimu?’ maka dimakruhkan menjawab pertanyaan ini dengan jawaban ‘Ini saya’, karena jawaban itu tidak menghasilkan jawaban yang jelas.
Hendaknya engkau menjawabnya dengan jawaban ‘saya Fulan (menyebut nama jelas).’ Hal seperti ini adalah sunnah.

@almonajjid - Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah berkata, “Sesungguhnya syariat ini adalah makanan bagi hati, maka ketika hati ini dipenuhi dengan bid’ah tidak lagi tersisa tempat untuk sunnah dan jadilah hati rusak seperti orang yang selalu diberi makan dengan makanan yang buruk.
[Iqtidha Shrathal Mustaqiim: 1/104]

@saltaweel - Syaikh Salim Al Thawil, salah seorang murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan sunnah sahabat-sahabat beliau dengan sunnah beliau dan Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti sunnah para sahabat seperti mengikuti sunnahnya bahkan dengan perintah yang amat ditekankan. Sampai-sampai beliau memerintahkan untuk menggigit sunnah tersebut dengan gigi geraham. Termasuk dalam sunnah sahabat ini, apa-apa yang difatwakan oleh para sahabat dan mereka tetapkan sebagai bagian dari agama dan tidak ada di antara mereka yang menyelisihinya, yang demikian itu terhitung sama seperti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”
(I’lam al Muwaqqi’in 4/140)

@saltaweel - Syaikh Salim Al Thawil, salah seorang murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Imam Az-Zarkasyi (wafat 794 H) berkata, “Sunnah yang pertama kali ditinggalkan oleh kaum muslimin adalah pergi ke masjid untuk shalat jumat sedini mungkin.”

@Dr_Alsadhan - Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Puasa pada bulan Sya’ban lebih afdhal daripada puasa pada bulan-bulan haram. Puasa sunnah paling afdhal adalah yang paling dekat dengan Ramadhan, baik sesudah maupun sebelumnya. Kedudukan puasa bulan Sya’ban ini seperti kedudukan shalat rawatib setelah sholat wajib, baik yang sebelum maupun sesudahnya. Shalat rawatib menjadi penyempurna kekurangan sholat wajib yang dilakukan, demikian pula puasa sebelum ataupun sesudah Ramadhan. Sebagaimana juga shalat sunnah Rawatib lebih afdhal dari shalat sunnah muthlaq, demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan, lebih afdhal dari puasa yang jauh dari Ramadhan”
[Lathaaif Al Ma’aarif Hal. 138]

@almonajjid - Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA.

Dalam Kitab Rabb kita (al Quran) dan Sunnah Nabi kita, sudah ada semua hal yang diperlukan, sehingga kita tidak butuh lagi dengan manhaj Syi’ah, Nasrani atau orang-orang Liberal.
@solimanshtwy - Dr Sulaiman Muhammad as Syatwi, Doktor Jurusan Ilmu Hadits, Universitas Islam Madinah KSA.
Nikmat dan kelezatan itu ada berbagai macam, di antaranya nikmat yang khusus dirasakan oleh jasad, dan yang khusus dirasakan oleh ruh/jiwa dan nikmat yang dirasakan ruh inilah yang lebih besar. Di antara nikmat tersebut adalah nikmat mengunjungi kota Madinah.
Kita bisa melihat orang dengan kebangsaan dan bahasa yang berbeda-beda, dan Islam mempersatukan mereka di Masjid Nabawi. Banyak di antara mereka yang datang dari berbagai pelosok, semoga Allah memberi petunjuk kepadaku dan mereka dan memberi kekuatan kepada kita semua sampai kita menjumpaiNya.
Di masjid Nabawi kita bisa menjumpai seorang yang kira-kira usianya 80-an tahun, dengan kelemahan fisiknya, beliau masih semangat mengajarkan manusia tentang As Sunnah, kemudian menjelaskan kitab-kitab yang membahas As Sunnah di Masjid Nabawi, dialah Syaikh Abdul Muhsin al Abbad.

@dr_alshoreka - Dr. Abdullah Al Syurikah, Imam dan Khatib Masjid Ad Duwailah, Kuwait.